Halaman

Kamis, 25 Agustus 2011

Ah, tibatiba teringat lagi orang itu.
Harusnya saya tak menyebut namanya sama sekali. Harusnya saya tak membicarakan apapun tentang dia kepada siapapun. Akhirnya, yah beginilah..
Mungkin dia tak salah (ini semata krn saya tlh lelah berprasangka ttg dia) mungkin mmg dia yg saat ini sangat berbeda. Tak sehangat dan seterbuka waktu itu. Tdk kpada yg lainnya, apalagi kpd saya. Harusnya saya tau itu.
Harusnya saya BENARBENAR menutup mata dr kehidupan dia. Tak peduli dg cara apa. Dg begitu saya tak perlu merasa bahwa saya satusatunya org yg sdh terhapus dr memori masa kmrn miliknya.
Harusnya saya samasekali tak menyebut namanya lagi. Jadi saya ga ngerasa mundur lagi. Bangunan hati yg sudah saya pupuk hampir setahun ini nyaris ambruk. Saya ga mau ngalamin sakit dua kali. Tanpa alasan jelas pula.
Jadi, sementara ini sepertinya saya perlu menutup mata dan mulut saya dg apapun yg terkait dg dia...

0 penjejak:

Posting Komentar

Hey Kamu!
ya, kamu yang baru saja membaca posting ini. Gimana?
Isi komentar di bawah ya..
^^//