Halaman

Selasa, 13 September 2011

not a promise


yeah,mungkin memang pada nyatanya tak ada satupun yang bisa berjanji tentang hati. entah kemana ia akan melangkah, seringkali tak sama dengan yang direncanakan. sekuat apapun kita bilang "tidak", tapi hati memang terlalu rapuh, perlahan ia akan mulai melangkah kepada "iya".
seharusnya saya mengerti itu. hufft... okelah, setiap manusia memiliki jalannya sendiri-sendiri. ini keegoisan. tapi, bukannya saya tak pernah mengatakan apa-apa. saya hanya mengatakan, pada akhirnya jalan mana yang ditempuh, adalah haknya untuk memilih.
biarlah, toh kita sudah bukan anak kecil lagi.
ada yang bilang, itulah fungsi sahabat, memberi tahu, kalau memang ia memilih hal yang berbeda, itulah haknya. dan kalau suatu hari dia bahagia, sudah seharusnya saya bahagia. dan jika pada akhirnya akan ada sedikit atau banyak airmata, sudah semestinya pula saya menjadi bahunya, menjadi penyangganya, mendukungnya. untuk itulah peran saya di sini untuknya. mematikan keegoisan, dan utamanya tak kan mengatakan : "kan sudah saya bilang"

kita kupu-kupu cahaya yang sudah selayaknya mengembara. mengumpulkan serpih sinar kenangan, yang akan membuat indah puzzle hidup kita. sederhana saja.

*10 hari jelang ultah TimMy, have a nice sleep.

0 penjejak:

Posting Komentar

Hey Kamu!
ya, kamu yang baru saja membaca posting ini. Gimana?
Isi komentar di bawah ya..
^^//