mungkin sekarang gue perlu nutup mata sejenak dari "orang-orang itu". Mereka beda meski berasal dari tempat yang sama. Tapi justru itu yang mengesalkan. Ada sekelompok orang yang bisa dengan bebasnya bersikap bagaimanapun, menunjukkan diri seperti apapun.
Batasan itu... adanya di diri sendiri.
Emang sih ga ada yang ngelarang kalo aku mau jadi siapapun itu. Tapi kadang, ada beberapa hal yang bagaimanapun juga ga bisa dilepas gitu aja ke publik. Teguran mungkin ga ada, itu bukan sesuatu yang terlalu bebas sampai perlu ditegur. Itu juga bukan sesuatu yang terlalu salah sampai mesti diperingatkan. Gue tahu.
Tapi, meski sedikit, gue tahu pasti akan ada lagi "label-label" kecil yang ditempelkan ke gue lagi.
Ada waktu dimana kita perlu membatasi diri. Entah seberapa sempit batasnya, entah seberapa lebar batasannya.
---------------------
Kadang, sempat terfikir : "Dimana tempat gue bisa benar-benar menjadi sesuatu yang gue mau"
Tempat yang ga akan peduli seperti apa gue mau tampil, seperti apa gue mau bersikap, seperti apa gue mau terlihat. Tempat dimana sejenak saja, gue bisa sedikit saja tampil beda dengan yang selama ini terlihat. Tanpa foto, tanpa kata, tanpa apapun yang bisa menyebabkan orang lain tahu gue pernah menjadi begitu.
Tempat yang ga akan peduli seperti apa gue mau tampil, seperti apa gue mau bersikap, seperti apa gue mau terlihat. Tempat dimana sejenak saja, gue bisa sedikit saja tampil beda dengan yang selama ini terlihat. Tanpa foto, tanpa kata, tanpa apapun yang bisa menyebabkan orang lain tahu gue pernah menjadi begitu.
Sejenak saja, tempat dimana gue ga perlu jadi baik, ga perlu peduli, ga perlu khawatir tentang orang lain.
Tempat dimana gue bisa mengekspresikan semua keegoisan gue. Sebentaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr aja.
Tempat dimana gue bisa mengekspresikan semua keegoisan gue. Sebentaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr aja.
Tempat dimana gue lupa apa itu "rasa bersalah", tempat dimana malaikat lupa buat nyatet dosa gue.
Tapi gue tahu, ga akan ada. Jadi, mungkin yang perlu gue lakuin bukan memendam keinginan itu, tapi "membelokkannya" jadi sesuatu yang lebih "aman". Dan menjaga diri dari input-input yang bisa bikin gue balik ke "niat" itu.
0 penjejak:
Posting Komentar
Hey Kamu!
ya, kamu yang baru saja membaca posting ini. Gimana?
Isi komentar di bawah ya..
^^//