Halaman

Minggu, 13 Februari 2011

biasa, mahasiswa baru.. :D


sudah 13 februari...
besok Valentine, katanya...
tapi, aku gga mau n'bahas hal itu sekarang..
udaa banyak tulisan yang n'bahas itu sebelumnya...

then, aku mau bahas apa?

iiah.. maklum laa...
mahasiswa baru nii ceritanya...

baru kelar UAS, baru mau masuk Semester 2 perkuliahan..
baru ngerasain apa yang namanya "IP" alias "indeks prestasi", yang pastilaa beda banget ama buku ijo yang ada gambar garudanya dan dibilang "rapor"...

IP, huruf'a lebih pendek dari rapor... beda tiga huruf.
tapi kok kerasa lebih iia?
atau temen sekolah aku dulu yang emang kelewat nyantai ngadepin nilai, hm?

habis pengumuman nilai, iseng liat" status orang" di fesbuk, (ups, sebut merek.. :D)
lebih sering nemu status dengan nada:
"nilai kecil gga berarti bego"
"IP gga nentuin sukses ato gga nya orang.."
"kita kuliah buat nyari ilmu, bukan nilai"
yeah, dan quote" semacamnya lah... yang pastinya udaa kita tau sendiri.

yang jadi pertanyaan adalah : "quote ini, status ini, muncul sebagai reaksi pertahanan diri kah? sebuah pembelaan diri kah?"

oke, aku bukan men-judge seseorang dari statusnya nii, bukan itu. bukan pula menyombongkan diri. sebenarnya IP-ku bisa jadi di bawah yang buat status..

tapi buat aku bukan itu yang penting. okelaa nilai kita kecil, IP kita kecil. okelaa gga berarti kita males.. (kalo aku, aku akuin emang aku lagi males semester kemarin.. :p), okelaa gga berarti kita dodol.. tapi, kalo menurut aku, kalo semua alasan kita bilang... "aku gga gitu qo.." then, kenapa bisa dapet segitu? kalo faktor penghambatnya nol, kenapa bisa gga maksimal..
"dosennya aja yang pelit nilai"
"emang pelajarannya yang susah"
hahha... kita mahasiswa boi...
tahu laa, apa yang salah di diri kita, then, fix it...

okelaa, pembelaan diri itu gga salah...
tapi hati" juga, nanti malah gga bisa nerima kesalahan..
^^

yap...
we are fighting dreamers..

best regards.

--runn4sungkar--

Terdepan ... Bayang-Bayang (2)


pertanyaan sederhana yang kerap ditanyakan dulu. lupalah saya itu SD atau SMP.
sederhana saja : "Mending jadi yang terbaik di antara yang buruk, atau yang terburuk di antara yang baik?"

pertama, terburuk di antara yang baik.
tentang hal ini udah dibahas di sini

kedua, terbaik di antara yang buruk.
setelah mempelajari banyak hal di tempat pertama, maka hijrahlah.
hijrah ke tempat yang baru. memang tak sebaik yang lama. tempat dimana kita menjadi yang terbaik di sana. bukan untuk keren-kerenan, tapi untuk sebuah perubahan. perubahan ke arah yang lebih baik.
dakwah katanya.
perbaikan umat.
memperbaiki satu demi satu hal di tempat itu. membangun masyarakat.
hingga pada akhirnya tercipta tempat yang baik.
dan mungkin kita bisa menjadi "yang terbaik di antara yang terbaik"...
Insya Allah..

iiah..., ini menurut pandangan saya, terserah anda bagaimana..


regards.

--runn4sungkar--