Halaman

Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2011

Sekelumit Percakapan Hari Ini

Pagi eh siang hari menjelang kuliah. Tiba-tiba, temen gue sebut saja "Biyu" muncul di kontrakan. Sedikit berbincang-bincang.
Biyu : Neth, misalkan gue nikah, tapi terus gue ga ngasih tau orang-orang di sekitar gue, itu gimana?
Gue : Terus kenapa? Orang nikah juga ga bakal ngasi tau satu negara atau satu dunia khan. Jadi sah-sah aja donk.
Biyu : terus kalo tiba-tiba gue hamil, terus ada yang suudzon, kita dosa ga?
Gue : Err... tapi emang kenapa juga disembunyiin? Seumur kita mah nikah juga ga nyalahin aturan negara. Lagian apa enaknya nikah diem-diem gitu?
Biyu : Pikiran lu simpel banget ya Neth. 
Sunyi sesaat, gue ngenet lagi. Buka-buka blog orang. Dia ngutek-ngutek urusan kuliahnya. Masuk sms dari temen gue pas SMA. Nanyain masalah tentang cowoknya. Hufft...
Biyu : Neth, kata lu orang yang nikah muda itu bakal awet ga?
Gue : Iya, soalnya mereka ga punya perbandingan. Toh kalau dipikir ga bakal awet itu khan karena ada budaya pacaran yang bikin anak muda mikir kaya gitu.
Biyu : jadi kalo ga pernah pacaran ga bosen? 
Gue ngangguk pelan.
Biyu : Oh, jadi kalo udah pernah pacaran, pas nikah jadi inget sama mantan-mantannya gitu?
Gue : he-euh, dan itu yang bikin jadi bosen. soalnya jadi punya perbandingan, dulu begini-dulu begini gitu.
Biyu : Jadi kalo cari pasangan cari yang ga pernah pacaran donk?
Gue : Iya. kalo bisa sih malah yang ga pernah suka sama orang. Tapi, emang ada ya?
Biyu : Hahha, gila banget kalo ada mah.
Gue : Gue sih pengennya juga gitu, yah... meskipun gue pernah juga sih, tapi dari awal gue pacaran gue sengaja ga mau bikin kenangan. Soalnya gue tahu kalo pacaran itu ga bakal tahan lama. Daripada terlanjur bikin kenangan dan susah lupa. Ya kan?
Balik sibuk ke kegiatan masing-masing.
Biyu : Neth, kira-kira ada ga ya cowok yang mikirnya se-dewasa lu?
Gue : (sedikit kaget dibilang dewasa. Hahha...) Gue mah mikirnya simpel aja Bi. Gue aja yang cewek bisa logis. Cowok khan mestinya lebih logis daripada cewek. Kalo cewek aja ada, pasti cowok juga banyak.
Oke, itu percakapan gue ama temen gue yang baru aja berlangsung. Berfikir itu sah-sah aja khan bagaimanapun isi pikirannya? Sama kaya nulis tugas. kamu mau nulis apa aja itu terserah, tapi jangan lupa diedit dulu sebelum dikumpulin ke guru. Kalo ga, bisa repot nanti.

--sincerely--
-RunaAviena-

Senin, 14 November 2011

Sebuah Kesadaran

"beramallah walau lelah, beramallah walau jenuh, beramallah walau merasa sakit?"

mengapa anda harus totalitas dalam dakwah ini?
sebuah pertanyaan yang disampaikan pada Daurah Itsbat 47 LDK Al-hurriyah pagi kemarin ini. Andailah boleh aku ingin tak menjawabnya. Tapi, karena ini wajib akhirnya aku menjawabnya juga. Ada yang meringis di dalam sini, mungkin sedikit kesadaran yang masih tersisa. Tersindir oleh jawaban sendiri.

Sebab sesuatu yang dikerjakan tanpa totalitas tak akan menghasilkan output yang maksimal pula. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya apabila para pelaku dakwah memiliki totalitas dalam mengemban amanahnya.

apakah saya sudah cukup memiliki totalitas dalam dakwah ini? Jauh di lubuk hati, ah, tak terlalu jauh sebenarnya. Jawabannya tidak. Rasa lelah itu sering muncul. Bukan lelah karena merasa terlalu banyak amanah. Bukan jenuh karena amanah yang mengantri untuk diselesaikan, bukan sakit karena dicaci sebab memikul amanah ini.

Dan, saat si kakak mengatakan, "bagaimana mungkin amal jama'i bisa terwujud jika para pelaku dakwahnya memiliki banyak masalah internal yang menunggu untuk diselesaikan"

Lalu, saya berkata dalam hati, "bagaimana kamu bisa merasa cukup pantas berada di sana sementara amalan kamu kacau, dan diri kamu masih belum cukup dewasa dalam menyikapi diri kamu sendiri?"

Hey, menyadari sebuah kelemahan itu adalah hal yang menyebalkan. Sakit. Tapi mungkin hati aku memang tengah butuh rawat inap.

Ya Allah, kesadaran itu bukan untuk membuat kita mengalirkan air mata. Tapi untuk membuat kita tahu bagaimana meneruskan langkah.

Rabu, 12 Oktober 2011

Murabbiyah -Sekedar Curhat-

mungkinkah kita mesti pergi jauh, agar tak ada yang mengenal kita, dan kita dapat menjadi -setidaknya-tampak lebih baik di mata mereka yang pernah tahu bagaimana kita?

kemarin, di kontrakan ada yang bilang, "masa' aku disuruh jadi murobbiyah. Yang bener aja!"
Aku melengos lagi. untuk yang ke sekian kali. Di sini ada dakwah kampus, seperti kampus-kampus lain. Ada Lembaga Dakwah Kampus. Seperti kampus lain juga. Dan ada aku di dalam kelembagaan itu. Tapi, ada satu lagi. Tempat dimana aku ingin disana. Para aktivis yang tampaknya berfikiran tajam, dan "kelas atas" kalau bisa dibilang.
Kadang iri juga dengan mereka yang berada di kalangan minoritas aktivis, dan "terpaksa" menjadi pelaku dakwah itu sendiri. Hahha, saya yang masih suka ngeluh ini masih belum pantas ada di antara mereka ya?

Di kampus ini kami bertujuh. Satu atau bahkan mungkin dua di antara sudah memiliki binaan. Dan kalau ditambah orang yang barusan disebut, jadi ada dua atau mungkin tiga orang. (yang satunya aku ga tau pasti). Di kelompok liqo aku kita bertujuh, lima dari sekolah yang sama, dan dua dari sekolah yang berbeda. Satu di antaranya sudah punya binaan, dan mungkin akan menjadi dua orang. Ini suatu kemajuan memang. Hanya saja, tak menjadi satu di antaranya itu yang membuat aku sedih. Tiba-tiba ada perasaan takut tertinggal. aku ga mau jadi orang luar, atau jadi orang yang hanya "sekedar" pernah mencicipi lingkungan dakwah.

Yah, seharusnya aku bukan lari ke tempat yang belum kondusif. Tapi semakin memperbaiki diri, supaya bisa layak ada di lingkungan kondusif ini. Atau tepatnya, lingkungan kondusif "disana".
Ya, aku mau berada di antara mereka.
Sangat ingin.

Senin, 19 September 2011

My Precious Family, Precious Memory

jadi teringat lebaran tahun ini.
Mobil abi rusak, dan keluarga aku ini (termasuk umi-abi) jumlahnya 9 orang. Dengan 3 remaja putri, 1 remaja putra tanggung, dan 3 anak kecil.

liburan kali ini, seperti liburan biasanya selalu ada kegiatan jalan-jalan sekeluarga. lagipula, jarang-jarang kami kumpul lengkap begini, soalnya dua pesantren, satu kuliah. dengan ga adanya mobil, seharusnya itu jadi hambatan. tapi, ga ada kata "hambatan"
akhirnya kami berangkat dengan naik bajaj, model kendaraan yang udah jarang ada di indonesia kayanya. tapi masih lumayan bannyak di tepatku. jakarta pusat.
dengan muatan yang begitu banyak, akhirnya kami terbagi jadi 2 bajaj. kubu umi yang isinya aku dan 2 adekku yang SMA (plus) 1 adek perempuankku yg lagi sakit gigi. dan satu lagi kubu abi yang isinya 2 adek laki-laki aku sama 1 adek perempuan aku yang kecil.



keluarga besar?
hahha, mungkin juga.

terus tiba-tiba aku jadi keinget jaman SD, waktu itu abi belum punya mobil. aku masih 4 bersaudara. 3 perempuan, (alm) adek laki-laki. hari itu, kita sekeluarga mau pergi dari depok ke jakarta, ke tempat nenek. karena belum ada mobil, dan entah karena hal apa ga bisa naik motor (atau belum ada, aku lupa). akhirnya kita berangkat ke jakarta naik metro mini.
dan emang kejadian setelah itu kocak banget kalo dipikir sekarang. itu si keneknya dodol banget, si abi belum sempet naik dan metro mininya udah keburu jalan. jadi kita pergi ke jakarta 2 kloter. abi naik angkutan yang lewat berikutnya.
dan jaman itu belum ada yang namanya handphone. ya udahlah, yang namanya harapan tuh bener-bener harapan. berdo'a mudah-mudahan ga selisih jalan.

kalo dipikir sekarang, itu bukannya ngenes. tapi malah jadi so sweet. mungkin kenangan-kenangan kaya gitu itu yang bikin keluarga makin ngerasa keluarga.

dulu pas masih SMP sama SMA aku emang sempet juga ngerasa malu jalan sama anak-anak kecil segerombolan gini. tapi, seiring waktu, malah jadi biasa aja. bangga malah. ngerasa jadi keluarga yang kompak. si bocah juga sekarang udah jarang banget bertingkah malu-maluin.
entah gimana pandangan orang. yang penting adalah keluarga bisa saling paham, kenal, dan akrab.

mungkin jarang ada keluarga kaya keluarga aku, yang meskipun jumlah keluarganya ada 10 orang, dari umi-abi, kakak yang kuliah, sampe adek yang masih TK. ga seramai yang dikira kok. biasa aja. tapi, kalo ada kesempatan kumpul, umi selalu manfaatin waktu yang ada. entah sekedar makan bareng di PizzaHut, entah nonton di XXI, entah pergi karaoke bareng, entah nginep di villa, entah jalan-jalan ke tempat rekreasi atau outbond. apa aja. yang penting ada waktu rihlah pas liburan. ada waktu kumpul di luar rumah pas anggota keluarga lengkap.

kata umi, hal kaya gini cuma bisa terealisasi kalau perempuannya kreatif dan punya inisiatif. Laki-laki itu mendukung dan mengakomodasi. Yah, begitulah, persisnya aku lupa.
makanya, surga itu di bawah telapak kaki ibu, khan?
^^

mungkin, ada hikmahnya juga mobil abi rusak lebaran ini.
entah untuk aku, atau abang bajaj yang dengerin celotehan kita di bajaj.
hehhe..

-that's why I love her so much-

--Perpus Kampus--

Kamis, 15 September 2011

Fajar Pagi Ini

hubungan dengan tuhanmu, mintalah langsung kepadaNya,
sebenarnya ada sedikit sesak saat melihat fajar pagi ini,
"Masya Allah! kesiangan lagi."
dengan setengah sadar langsung lompat dari kasur dan ambil wudhu.
ini sudah hetigakalinya dalam seminggu ini. tak usah ditegur pun sudah cukup sesak rasanya.
"Apa Allah marah?" batin saya.
sampai siang ini pun berbicara malas saja rasanya. mungkin Allah ingin menegur saya. terus pikiran itu berulang-ulang mengitari kepala saya. pikiran-pikiran negatif seakan berebut ingin mengambil bagian.

saya diam. membiarkan semua pikiran itu mengendap. menepis yang menjatuhkan, menghapus yang membuat suudzon orang lain. menyimpan yang diperlukan.
hingga akhirnya saya mendapat satu kesimpulan,
"mungkin Allah tengah menyinggung saya, mungkin Allah tengah memanggil saya"
sudah beberapa kali mata saya menangkap sosok mungil itu di lemari, sosok yang biasa saya bawa kemana-mana. tapi memang sudah beberapa hari ini tak saya baca meski kerap kali tertangkap mata.

Sepertinya saya mesti membaca bait-bait cinta itu lagi..

Astaghfirullah..
dan Bismillah

Jumat, 19 Agustus 2011

Ifthor Alumni (Curhat)

bismillah,
mungkin curhat ini isinya ego aku aja...

cuma mau bilang, ternyata sedih juga ya kalau yang bisa dateng cuma sedikit. ifthor ini khan program bersama, wacana yang emang katanya ditunggu-tunggu, tapi begitu waktu dan tempat udah ditentuin, ternyata yang konfirmasi bisa dateng cuma segelintir orang. harusnya ga masalah, dulu pernah ada yang bilang sama aku "sesedikit apapun peserta, acara yang disuguhkan harus tetap maksimal".

bismillah, tanpa maksud apa-apa,
dari awal aku udah sempat sedih, baru aja selesai ngirim pemberitahuan lewat sms ke nomer yang ada di ponbuk, langsung ada balasan yang bilang kecew karena waktu yang ga sesuai.
yaAllah, emang sih dia ga salah, lumayan untuk bahan evaluasi. tpi dari situ aku myatet satu hal : "Usahakan untuk ga bilang kecewa ke orang lain"

fuuh...
sumpah ini mata sebenernya udah mau nangis. tapi bagaimanapun kondisinya, saat ini aku mau belajar buat lebih bisa senyum dan nyari jalan keluarnya. kita harus kuat, supaya orang lain ga ngebantu kita atas dasar "kasihan" apalagi "ga tega"

Kamis, 11 Agustus 2011

Sebuah Pelajaran Dakwah dari Manga

"Kalau lemah, lebih baik beri jalan ke atas, kalau kuat lebih baik tunjukkan jalan ke atas. Di tangan orang yang hanya berkaca pada masa lalu, masa depan hanyalah sebuah kehancuran"

saya nemu kalimat itu abis baca komik Kyo Samurai Deeper. komik lama sih, udah dari jaman kapan tau di rekomendasiin, tapi baru sempet baca beberapa waktu belakangan ini.

Oke, balik lagi ke kalimat di atas. saya nangkep dua hal penting di kalimat di atas. cukup nyinggung diri saya juga rasanya. hahha...
jadi, saya masuk ke golongan yang lemah atau kuat?
oke, bukan itu yang penting..

saya baca kalimat itu sampe tiga atau empat kali, saya pelototin, kok rasanya bagus, kok rasanya pas. tapi apa ya? saya mikir, saya baca lagi berulang-ulang.
ini komik emang bisa dibilang kasar, (iyalah, namanya juga tentang samurai) tapi dari komik kaya gini entah kenapa saya malah kepikr tentang jalan dakwah.
ga sinkron?
ahh sudahlah, ini hanya tentang bagaimana melihat sesuatu khan?

sekali lagi, jadi saya kuat atau lemah?
apapun jawabannya sebenarnya itu ga ada pengaruhnya.
saat kita berfikir kita lemah, posisi kita belum kuat untuk menjadi tulang punggung sebuah pergerakan, maka yang kita perlukan adalah menjadi seseorang yang bisa menjadi pengiring mereka yang disebut "pemimpin". mengantar mereka mencapai sebuah kepemimpinan yang berlandaskan islam.
hahha, aneh rasanya kalau saya menyebut sesuatu yang besar begini, kita sederhanakan sajalah dalam ruang lingkup dakwah yang lebih kecil : membantu terciptanya lingkungan yang islami.

lalu, kalau kita merasa kuat dan memiliki pengaruh. maka jangan ragu untuk maju dan menyerukan apa yang kita mampu. kharisma yang digunakan di jalan yang seharusnya, ide ide brilian yang ditempatkan agar dakwah itu sendiri semakin berkilau. kepekaan yang menjadikan orang di sekeliling kita tak lagi merasa tersisih. atau kemampuan akademik yang bisa kita tularkan ke orang sekitar. apa saja. kemampuan yang kita rasa ada pada kita, salurkan. tanpa rasa ragu.

hal kedua yang saya fikirkan adalah tentang masa lalu. berkaca pada masa lalu yang berarti kehancuran.
yah, bisa jadi.
kita yang hidup di masa kini tak mesti harus menjadi pantulan bagi masa kemarin. kita memiliki masa kita sendiri. maka yang kita perlukan adalah berjalan menatap masa depan. bukan hanya sekedar menjadi "copy" dari masa lalu.
melihat ke depan, membangun peradaban yang lebih maju dengan menjadikan masa lalu sebagai contoh untuk evaluasi. bukan contoh yang harus ditiru mentah-mentah.

wallahu a'lam bisshawab

.: menjelang buka puasa:.

note : terbuka untuk kritik.. ^^

Rabu, 10 Agustus 2011

Mau Jadi Lebih Baik

tadi pagi Liqo, aku kena jatah suruhkultum, emang sih udah sejak 3 minggu yang lalu aku mulur mulu disuruh kultum.
uh guys, ide sebenernya ada, meski agak macet, beberapa kali muncul hal yang mau dijadiinkultum, terus ke sortir gitu aja, garagara malu. sederhana banget. cuma garagara malu.
ya, aku malu kalo apa yang aku sebutin itu cuma pikiranpikiran aja yang ga tampak realitanya. aku khawatir aku malah kebalikan dari apa yang aku sebutin itu. akhirnya, ngomong aku belepotan udah kaya orang yang di interogasi.
yaaSalaam...
aku mau jadi lebihbaik biarbisa jadi Murobbiyah.
hahha,
aneh ya,
biar deh, aku mau jadi murabbiyah, pengen punya binaan,
makanya aku mesti semangat buat dapet IP lebih dari 3, harus rajin juga ibadah yaumiyahnya, dan... harus lebih bisa kontrol diri dan ngomong di depan umum.

oke, get better than today!!
^^/

Senin, 04 Juli 2011

Program Liburan

Udah masuk hari ke 4 di rumah
liburan kali ini mesti lebih baik, khan cuma 10 hari..

1. Ga boleh berantem sama umi (jaga hubungan baik)
2. Minum minimal 5 gelas sehari
3. OL inget waktu (sekarang? hehhe.. :p)
4. Jangan ribut sama adek bocah
5. Ntar deh nambah lagi, segini dulu aja sekarang mah..

Selasa, 28 Juni 2011

Ssshhh... -,-a

sshhh....
niatny mau posting tentang sesuatu, tapi begitu liat grup kelas...
JEBRAK!

Aaaaahhh.....
ummiii.....
T.T
b.inggris ga dapet A, kalkulus lebih parah lagi..
jadi pengen nangis.
emang sih dah tau kalo ga dapet nilai bagus, tapi kalo mesti ngulang,...
nyedek juga rasanya..
-,-a

Minggu, 27 Maret 2011

Kelam

Sebuah nyanyian senja,
apa yang kau tahu tentang sunyi yang perlahan meraja?
apa yang kau rasa?

riangkah?
tenangkah?

perlahan cahaya mulai beringsut
memberi ruang gelap untuk merajut
apa kau tahu bagaimana sebuah dosa dirunut?

ada cerita tentang raja kelam,
bertabir benderang..

ada cerita tentang ratu cahaya,
yang hilang dalam tiada..

entah yang mana yang sesungguhnya,
seringkali mata tak mampu mencerna..

tanyakan tentang sunyinya malam...
keheningan?
atau rasa mencekam?

ini tentang bagaimana kau mau merasa..
maka tersenyumlah,
biar malam bisa jadi tempatmu rebah...

Sabtu, 26 Februari 2011

What I've Got from "Valhalla vs. KZ Hospital" -- Godhand Teru


Tiba" terfikir tentang ka'bah dan bangunan megah yang dibuat agar kepopuleran ka'bah berakhir.

seperti yang kita tahu, ka'bah tampak begitu sederhana. Apalagi dibandingkan bangunan mewah yang dibuat raja Abrahah pada masa itu.

tapi, saya tiba-tiba terfikir sesuatu. Kenapa kepopuleran ka'bah masii jua tak bergeser?
padahal ada bangunan yang lebih mewah.

hal yang saya fikir adalah..ini b'arti memang sesuatu itu tak hanya dapat dilihat dari materi, kemegahan, kemewahan, & hal-hal semacam itu.
ka'bah memiliki makna yang dalam di hati manusia, karena itulah ia tak terganti.

klo kita tarik permisalan ini dalam lingkup sehari",
pribadi yang hangat, ramah, sederhana, ringan tangan, sholeh, baik, dan memberi perhatian dengan hati tentu saja memiliki bnyak nilai lebih. Dan tentu lebih terpilih. Meskipun, lawannya tampak begitu cantik, mewah, dan memikat. Namun, kalau semua hal itu tak berasal dari hati, maka tak jua dapat disentuh oleh hati. Dan pada akhir'a, malah cenderung ditinggalkan...
mungkin bukan dalam waktu singkat, tapi kalau ia tak jua brbah, kemungkinan itu kan tetap ada.


terinspirasi setelah membaca "godhand teru"

Kamis, 17 Februari 2011

Karena IA Sayang Aku


kesel...
atau seharusnya malah bersyukur?

sekedar berfikir padahal.
cuma lintasan pikiran yang tanpa sengaja terfikir saat menulis sesuatu..
"semoga 'dia' baca"
hanya kalimat yang gga terkatakan secara langsung...

Tapi, Allah emang sangat baik sama aku.
aku tahu, gga cuma sekali.
semua tulisan yang aku harap seseorang baca, aku tahu pasti orang itu akan baca.
siapa saja. ga cuma satu orang. ga cuma satu kali.

di satu sisi aku seneng, Allah sayang sama aku.
aku yang gga bisa gampang ngomong secara langsung, Dia bantu dengan mengarahkan orang yang dimaksud baca catatan aku.
cuma sekedar perasaan sekilas...
yang sebenernya akku juga takut kalo dia baca...
tapi Allah jadiin dia baca...

aku seneng..
tapi aku malu,.
dan selalu,
akhirnya air mata ini ga kebendung...

T.T

Senin, 14 Februari 2011

I've never been perfect, but neither have you


sempurna...
ahh... rasanya masih terlalu jauh,.

tapi, memilih untuk menapaki jalan ini adalah memilih untuk menjadi sempurna.

tiba-tiba teringat tentang suatu hal,
hari itu liqo, ada tawaran jadi Mentor..
mau, mau banget.
katanya, "gelisah itu artinya kita mau maju..
kalo gelisah itu timbul, maka majulah.."

mau banget, tapi dengan keadaan saya yang sekarang terbesit pertanyaan : "apa pantas?"

"aku mauuu..... tapi maluuu...." ngutip lirik Gita Gutawa,
hahha...

selesai liqo, tapi keinginan itu masih menggema di hati. seperti menuntut..
lalu, saya bercerita lewat sms kepada seorang sahabat, yang cukup saya percaya kala itu.

jawabannya :
"hey, jadi murobbiah itu harus jadi panutan loh...
tapi...
aq sii ngedukung bgt kmu jd murobbiah...
knp?
1. mau ga mau kmu pasti bakal terus improve diri kmu.
2. murobbiah bukan brarti kmu harus bner2 baik.. tpi.. kmu bakal belajar jdi baik.. (8-10-10)"
(sms ini masih aku simpen sampe aku salin kesini.. :D)

dari sini aku belajar memahami...
bahwa, jalan ini adalah jalan yang kita pilih sendiri. tak hanya bagi mereka yang ingin menjadi murabbi(ah) atau mentor, tak hanya bagi para ustadz(ah), tapi bagi mereka semua yang memilih jalan hidup sebagai aktivis. kader dakwah pula katanya...

kita berada di jalan ini, bukan karena kita sudah sempurna. belum. tapi justru karena kita ingin jadi lebih baik...
karena itu kawan... karena itu sahabat... karena itu akhwat fiillah...
jangan merasa luka saat teguran dari murabbiah itu sampai kepada kita, jangan terluka saat sesama sahabat, sesama pejuang memberi kritik kepada kita. jangan terluka dan jangan menaruh dendam...

tapi, kawan...
sebagai yang memberi nasihat ada pula cara-caranya, kita tahu bagaimana cara yang baik. Aktivis juga manusia, tentu memiliki hati dan sensitifitas yang berbeda. belajar memahami satu sama lain...
jangan sampai niat baik kita bukannya sampai malah menyakiti..
jangan sampai sikap kita kepada sesama aktivis tidak lebih santun daripada sikap kita kepada sasaran dakwah...

kita memang belum sempurna, tapi manusia ada untuk saling mengakui eksistensi yang lainnya. untuk saling menyempurnakan satu sama lainnya...

Minggu, 13 Februari 2011

Sebuah Renungan


Sebuah renungan,,

Jadilah akhwat yg kuat dlm memegang amanah dakwah!!!

Janganlah bersedih & jangan takut karena Allah selalu bersama kita…^_^

So,,akhwat itu jangan cengeng donk…

harus selalu semangat..semangat..semangat karena Allah!!!

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dikasih amanah malah melarikan diri..
Diajak pengajian bilang ada ijin syar’i..
‘Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi..
Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi..
Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..
Terus dakwah gimana? Diakhiri???

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis..
Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis…
Mendayu-dayu kaya’ film romantis..
Kesehariannya malah jadi narsis..
Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis..
Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan
Rencana awal cuma kasih info kajian
Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran!
Bisa-bisa dikira pacaran!
Sampai kepikiran dijadikan pasangan…
Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Abis nonton film palestina semangat empat lima..
Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana??
Semangat jadi pendukung luar biasa..
Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa..
Yah…bikin kecewa…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet berduaan..
Eh, awas lho yang ketiga setan…
Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..
Wah, kaya’ film india aja gan!
Kalo ketemu temen pengajian atau ustadzah?
Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?
Oh malunya sama temen pengajian n ustadzah?
Sama Allah? Buang aja ke lautan..
Yang penting mah bisa sayang-sayangan…
Na’udzubillah tenan…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sedekah dikira buang duit. .
Katanya sih biar ngirit, tapi kok shopping tiap menit??
Langsung sengit kalo dibilang pelit…
Mendingan buat dzikir komat-kamit…
Malah keluar kata-kata nyelekit…
Aduh…bikin hati sodaranya sakit…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..
Pujaan dapet, terus walimah..
Dakwah pun say goodbye dadaaah..
Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah?
Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..
Duh duh… amanah..amanah…
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama ikhwan yang wah..

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto ikhwan..
Dicari yang jenggotan..
Kalo udah dapet trus telpon-telponan..
Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..
“Assalammu’alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?”
Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..
Ikhwannya meng-iya-kan..
Mau-mau aja dibeliin bakwan..
Asik, ngirit uang kost dan uang makan…
Langsung deh siapin acara buat walimahan!
Prinsipnya yang dulu dikemanakan???

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Ilmu cuma sedikit ajah..
Udah mengatai Ustadzah..
Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..
Baca qur’an tajwid masih salah-salah..
Lho kok udah berani nuduh ustadzah..
Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Status facebook tiap menit beda..
Isinya tentang curahan hatinya..
Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..
Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..
Duh duh.. status kok bikin putus asa..
Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..
Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut pusing beneran…
Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..
Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Diajakain pengajian n kajian islami alasannya segunung…
Kalo disuruh shopping tancap gas langsung…
Hatipun tetap cerah walaupun mendung
Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..
Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…
Duh.. bingung…bingung…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah…
Wah… wah… ghibah… ghibah…
Eh, malah timbul fitnah…
Segera ber-istighfar lah…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Nggak punya duit pengajian males datang..
Nggak ada motor yaa…misi pengajian dibuang…
Ustadzah ikhlas, hati malah senang…
Temen pengajian juga nggak ada satupun yang mau datang..
Jenguk temen yg sakit malah pada pergi malang melintang…
Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???

Oh noo…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…

Ukhti… banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..
Dimanapun pergerakannya.. .

Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…

Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. … dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…

Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami…”

“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”

“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”

“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”

Aamiin….

Copas dari sebuah artikel motivasi:

Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya… Lihat aja kerjaan mereka rapat sampe pulang larut malam, berjuang demi dakwah tapi menelantarkan Iffah (harga diri) mereka.

Akhwat yang Genit itu… Tuh lihat saja si fulana berteriak tentang dakwah, menggunakan hijab ketika sedang syuro dengan ikhwan, tapi dibelakang masih suka aja ngirim sms tausyiah ke ikhwan… cie ile..maksudnya sih nasehat… nasehat apa nasehat tuh Ukh…

Akhwat genit itu… Yang satu ini lebih parah lagi, saking begitu perduli sama palestina… Nonton nasyid Palestina sampai jingkrak jingkrakan nggak karuan… nggak moshing aja sekalian ukh! biar manteb.. biar METAAAL sekaliaaan! CADAAAAAAS!

Akhwat genit itu… Wedew… lihat aja tuh akhwat yang jilbabnya panjang buangetttt.. tapi kenapa ya..? kalau habis nonton nasyid terus

pada lari histeris, ngantri sama munsyid yang udah jadi thagut… minta tanda tanganlah! Minta foto barenglah!… payah dagh!

Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya… Nggak kalah parahnya sama yang lain, retorika dakwahnya sih bagus, eh… pas nikah kerjaannya khawatir melulu, ngak mau sabar nemenin perjuangan suaminya… Akhirnya futurlah si suami yang dulu waktu di kampus asooooy berat semangat dakwahnya. Sekarang udah sibuk NYARI DUIT lantaran ‘TANGGUNG JAWAB’ keluarga…nuntuuuuut terus!

Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya… Kalau umur 20 tahunan akhwat-akhwat ini memang pada jual mahal kalau ada ikhwan yang khitbah, ntar pas umur 25 tahun pada cari yang ideal… ntar kalau ngak dapat-dapat sampai umur 30.. SIAPA AJA DAH! nah tahu rasa lu…sok ideal sih!

Akhwat genit itu… Tuh lihat aja si fulana, kalau ketemu ikhwan yang pendek kecil dan tidak menarik itu pasti JAGA PANDANGAN, busyet dagh pas ketemu ikhwan tinggi putih dan lagi nyelesain S2 itu… bukan cuma mata yang jelalatan tapi hatinya luntur sama thagut perasaan…payah dagh…

Akhwat genit itu… Cie ile… peduli banget ukh sama ikhwan… eh ngapain berlagak minta pendapat sama ikhwan tentang diri ukhti, minta pendapat apa cuma ingin diperhatiin aza sama ikhwan… hayo ngaku…ngaku…ngaku…?

Akhwat genit itu… Percaya nggak… si fulana itu depan ikhwan doang sok alim, di kos-kosan sih tetap aja telpon – telponan sama oknum tertentu… ku tunggu kau di batas waktu katanya… hehehe.. gubraks.!

‘afwan bukan maksud tuk menyindir,,sekedar mengingatkan saja! ^.^

(Walau hasil copas,,mudah2an bermanfaat!!! ;-D

copas dari sini sama sini

biasa, mahasiswa baru.. :D


sudah 13 februari...
besok Valentine, katanya...
tapi, aku gga mau n'bahas hal itu sekarang..
udaa banyak tulisan yang n'bahas itu sebelumnya...

then, aku mau bahas apa?

iiah.. maklum laa...
mahasiswa baru nii ceritanya...

baru kelar UAS, baru mau masuk Semester 2 perkuliahan..
baru ngerasain apa yang namanya "IP" alias "indeks prestasi", yang pastilaa beda banget ama buku ijo yang ada gambar garudanya dan dibilang "rapor"...

IP, huruf'a lebih pendek dari rapor... beda tiga huruf.
tapi kok kerasa lebih iia?
atau temen sekolah aku dulu yang emang kelewat nyantai ngadepin nilai, hm?

habis pengumuman nilai, iseng liat" status orang" di fesbuk, (ups, sebut merek.. :D)
lebih sering nemu status dengan nada:
"nilai kecil gga berarti bego"
"IP gga nentuin sukses ato gga nya orang.."
"kita kuliah buat nyari ilmu, bukan nilai"
yeah, dan quote" semacamnya lah... yang pastinya udaa kita tau sendiri.

yang jadi pertanyaan adalah : "quote ini, status ini, muncul sebagai reaksi pertahanan diri kah? sebuah pembelaan diri kah?"

oke, aku bukan men-judge seseorang dari statusnya nii, bukan itu. bukan pula menyombongkan diri. sebenarnya IP-ku bisa jadi di bawah yang buat status..

tapi buat aku bukan itu yang penting. okelaa nilai kita kecil, IP kita kecil. okelaa gga berarti kita males.. (kalo aku, aku akuin emang aku lagi males semester kemarin.. :p), okelaa gga berarti kita dodol.. tapi, kalo menurut aku, kalo semua alasan kita bilang... "aku gga gitu qo.." then, kenapa bisa dapet segitu? kalo faktor penghambatnya nol, kenapa bisa gga maksimal..
"dosennya aja yang pelit nilai"
"emang pelajarannya yang susah"
hahha... kita mahasiswa boi...
tahu laa, apa yang salah di diri kita, then, fix it...

okelaa, pembelaan diri itu gga salah...
tapi hati" juga, nanti malah gga bisa nerima kesalahan..
^^

yap...
we are fighting dreamers..

best regards.

--runn4sungkar--

Terdepan ... Bayang-Bayang (2)


pertanyaan sederhana yang kerap ditanyakan dulu. lupalah saya itu SD atau SMP.
sederhana saja : "Mending jadi yang terbaik di antara yang buruk, atau yang terburuk di antara yang baik?"

pertama, terburuk di antara yang baik.
tentang hal ini udah dibahas di sini

kedua, terbaik di antara yang buruk.
setelah mempelajari banyak hal di tempat pertama, maka hijrahlah.
hijrah ke tempat yang baru. memang tak sebaik yang lama. tempat dimana kita menjadi yang terbaik di sana. bukan untuk keren-kerenan, tapi untuk sebuah perubahan. perubahan ke arah yang lebih baik.
dakwah katanya.
perbaikan umat.
memperbaiki satu demi satu hal di tempat itu. membangun masyarakat.
hingga pada akhirnya tercipta tempat yang baik.
dan mungkin kita bisa menjadi "yang terbaik di antara yang terbaik"...
Insya Allah..

iiah..., ini menurut pandangan saya, terserah anda bagaimana..


regards.

--runn4sungkar--