mungkinkah kita mesti pergi jauh, agar tak ada yang mengenal kita, dan kita dapat menjadi -setidaknya-tampak lebih baik di mata mereka yang pernah tahu bagaimana kita?
kemarin, di kontrakan ada yang bilang, "masa' aku disuruh jadi murobbiyah. Yang bener aja!"
Aku melengos lagi. untuk yang ke sekian kali. Di sini ada dakwah kampus, seperti kampus-kampus lain. Ada Lembaga Dakwah Kampus. Seperti kampus lain juga. Dan ada aku di dalam kelembagaan itu. Tapi, ada satu lagi. Tempat dimana aku ingin disana. Para aktivis yang tampaknya berfikiran tajam, dan "kelas atas" kalau bisa dibilang.
Kadang iri juga dengan mereka yang berada di kalangan minoritas aktivis, dan "terpaksa" menjadi pelaku dakwah itu sendiri. Hahha, saya yang masih suka ngeluh ini masih belum pantas ada di antara mereka ya?
Di kampus ini kami bertujuh. Satu atau bahkan mungkin dua di antara sudah memiliki binaan. Dan kalau ditambah orang yang barusan disebut, jadi ada dua atau mungkin tiga orang. (yang satunya aku ga tau pasti). Di kelompok liqo aku kita bertujuh, lima dari sekolah yang sama, dan dua dari sekolah yang berbeda. Satu di antaranya sudah punya binaan, dan mungkin akan menjadi dua orang. Ini suatu kemajuan memang. Hanya saja, tak menjadi satu di antaranya itu yang membuat aku sedih. Tiba-tiba ada perasaan takut tertinggal. aku ga mau jadi orang luar, atau jadi orang yang hanya "sekedar" pernah mencicipi lingkungan dakwah.
Yah, seharusnya aku bukan lari ke tempat yang belum kondusif. Tapi semakin memperbaiki diri, supaya bisa layak ada di lingkungan kondusif ini. Atau tepatnya, lingkungan kondusif "disana".
Ya, aku mau berada di antara mereka.
Sangat ingin.
0 penjejak:
Posting Komentar
Hey Kamu!
ya, kamu yang baru saja membaca posting ini. Gimana?
Isi komentar di bawah ya..
^^//