saya pengen ngeluh..
sama orang tapinya,.
dan orang itu ga ada, padahal sms buat ngeluh itu udah diketik. tapi, tiba-tiba jadi mikir.. "mau dikirim ke siapa?" akhirnya malah dihapus lagi. terus tidur sambil meluk hape, guling, sama buku.. (emang bisa? hehhe...)
akhirnya, saya cuma jadi tukang ngeluh di dunia maya gini. ini blog ke sekian saya, habis, yang lama diprotes terus sih..
ya maaf, kalo saya tukang curhat. makanya, blog ini emang sengaja dibuat buat nyampah. kenapa ga di diary? itu ribet. bisa ilang. sayang kenangannya. sepuluh, atau dua puluh tahun lagi, saya mau ngetawain kebegoan saya nulis-nulis kaya gini.ga penting. emang. hahha...
oke, balik lagi.
saya pengen bisa manja.
iri juga kadang liat orang lain, qo bisa ya gampang dimanjain gitu. terus saya mulai mikir, (dan ngira-ngira).
"apa saya segitu lemahnya ya? apa saya segitu rapuhnya ya? makanya semua orang juga males duluan kalo mau sayang ama saya?"
hahha..
pikiran bocah? emang.
saya pengen kuat. tapi pengen bisa manja juga. pengen dibimbing. pengen disayang. tapi, kenapa hal kaya gitu jauh banget ya dari hidup saya.
atau...
apa karena justru saya sendiri yang ga ngebuka mata? atau justru saya yang sebenernya ngebangun tembok tinggi duluan?
entahlah..
bersabar itu...
seperti apa sih?
^^"a
Tampilkan postingan dengan label feel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label feel. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 Juni 2011
Selasa, 28 Juni 2011
Sepi
Ada banyak orang yang hilir mudik di hadapan.
ada seabrek orang yang biasa diajak bercanda.
ada sederet nama di kontak hape.
tapi...
kalo mau nangis tetep aja ga tau mesti cerita ke siapa.
kalo bangun malem karena nightmare, tetep aja ga tau siapa yang sedia di ganggu.
bukan ga ada sih,.
cuma, hidup itu siklus..
sekali lagi saya merasa sepi tanpa alasan..
rupanya..
saya masih belum lulus tentang menghadapi sepi ini..
^^"a
ada seabrek orang yang biasa diajak bercanda.
ada sederet nama di kontak hape.
tapi...
kalo mau nangis tetep aja ga tau mesti cerita ke siapa.
kalo bangun malem karena nightmare, tetep aja ga tau siapa yang sedia di ganggu.
bukan ga ada sih,.
cuma, hidup itu siklus..
sekali lagi saya merasa sepi tanpa alasan..
rupanya..
saya masih belum lulus tentang menghadapi sepi ini..
^^"a
Minggu, 01 Mei 2011
Semakin dicari, semakin hilang
tentang seseorang yang beberapa hari belakang mengetuk rasa kagum dalam hati. hahha... tapi, entahlah, mungkin cemburu juga. mungkin jenuh. mungkin bosan. mungkin, atau mungkin justru hati yang merasa bahwa ini belum saatnya, sehingga ia mulai terdiam perlahan.
ya, ini tentang dia, kusebut ia "pijar gemintang". sebab, dengan mengingatnya saja, ia telah membuatku malu untuk mengeluh. senyumnya yang kuat. karakternya yang sederhana, namun berwibawa. sungguh, dalam hati aku iri. ingin menjadi ia. memang, kuakui itu. ingin memilikinya? oh, nanti dulu!
tentang aku, yang entah mengapa selalu patah. rasa itu tak pernah sempat terbang meninggi. tak pernah sempat nampak berbalas. miris? ah, jangan melihatnya begitu. aku justru bahagia. sebab Allah-ku tak pernah meninggalkan aku. rasa itu seringkali tak dapat diprediksi. ia hadir semaunya, terbang sesukanya, dan jatuh pada siapa saja. aku bimbang, ingin sekali lagi merasakan cerita yang berbalas. tapi biarlah, toh kalau ada cerita yang berbalas lagi, pasti akan berat perjuangannya. Allah-ku tak pernah meninggalkanku. Aku pernah berdo'a, agar IA menutup hatiku hingga hadir seseorang yang tepat, seseorang yang bisa dengan bebas kutitipkan rasa tanpa khawatir akan ada perselisihan. seseorang yang benar-benar tepat. dan datang di waktu yang tepat.
saat "pijar" itu tiba, aku memang kagum padanya. sungguh-sungguh kagum tentang segalanya. tapi, meski aku terus mencari pembenaran bahwa rasa itu telah memilih orangnya, aku justru semakin ragu tentang itu. ya, dan aku hanya sampai pada rasa kagum untuknya. tak lebih.
:D
ya, ini tentang dia, kusebut ia "pijar gemintang". sebab, dengan mengingatnya saja, ia telah membuatku malu untuk mengeluh. senyumnya yang kuat. karakternya yang sederhana, namun berwibawa. sungguh, dalam hati aku iri. ingin menjadi ia. memang, kuakui itu. ingin memilikinya? oh, nanti dulu!
tentang aku, yang entah mengapa selalu patah. rasa itu tak pernah sempat terbang meninggi. tak pernah sempat nampak berbalas. miris? ah, jangan melihatnya begitu. aku justru bahagia. sebab Allah-ku tak pernah meninggalkan aku. rasa itu seringkali tak dapat diprediksi. ia hadir semaunya, terbang sesukanya, dan jatuh pada siapa saja. aku bimbang, ingin sekali lagi merasakan cerita yang berbalas. tapi biarlah, toh kalau ada cerita yang berbalas lagi, pasti akan berat perjuangannya. Allah-ku tak pernah meninggalkanku. Aku pernah berdo'a, agar IA menutup hatiku hingga hadir seseorang yang tepat, seseorang yang bisa dengan bebas kutitipkan rasa tanpa khawatir akan ada perselisihan. seseorang yang benar-benar tepat. dan datang di waktu yang tepat.saat "pijar" itu tiba, aku memang kagum padanya. sungguh-sungguh kagum tentang segalanya. tapi, meski aku terus mencari pembenaran bahwa rasa itu telah memilih orangnya, aku justru semakin ragu tentang itu. ya, dan aku hanya sampai pada rasa kagum untuknya. tak lebih.
:D
Minggu, 27 Februari 2011
Hanya Ingin Pantas

Aku... hanya ingin menjadi pantas bagimu..
maaf, mungkin aku memang jauh dari makna "wanita" yang mampu mengayomi. yang begitu pandai mengerjakan pekerjaan rumah. yang begitu anggun, hati-hati, dan lembut. aku juga tak secantik atau semanis wanita yang hadir dalam hidupmu. entah itu figuran, numpang lewat, atau sempat singgah.
aku begitu malu sesungguhnya tentang hal itu. merasa begitu tak sempurna dari apa yang kau harapkan selama ini.
tapi, sebelum aku bertemu denganmu. dalam diam, aku begitu ingin menjadi pantas bagimu.
namun, aku begitu pemalu dan minder. hingga tak cukup berani menunjukkan keinginan ini pada mereka yang telah terlanjur melihatku "tak bisa apa-apa" sebagai perempuan.
sungguh, aku hanya ingin menjadi pantas bagimu.
sebab itu aku akan mencoba. belajar tentang apa yang belum jua kutemui keasyikkan di dalamnya.
sebab itu aku berusaha menahan, meski sesekali tebersit rasa ingin dimanja sebagaimana gadis sekarang pada umumnya.
aku hanya ingin menjadi pantas bagimu.
karena itu aku ingin hati ini bisa lupa tentang mereka yang pernah ada dan goreskan rasa.
aku hanya ingin menjadi pantas bagimu.
melihatmu sebagai dirimu. orang yang memang untukku.
aku hanya ingin menjadi pantas bagimu.
hingga cukuplah aku yang hadir dalam retinamu.
meski saat itu kita tak bertemu.
aku hanya ingin menjadi pantas bagimu.
seperti Siti Khadijah dan Nabi Muhammad,
seperti Pak Habibi dan Bu Ainun,
seperti orangtuaku.
aku hanya ingin menjadi pantas bagimu.
Pantas bagi semangat juangmu,
Pantas bagi rasa sayangmu,
Pantas bagi pesonamu,
Pantas bagi ke-bapak-an mu.
aku hanya ingin menjadi pantas bagimu.
maka aku hanya ingin mampu berlari lurus,
menuju titik cahaya dalam hidupku
aku hanya ingin menjadi pantas bagimu,
Kamis, 17 Februari 2011
Karena IA Sayang Aku

kesel...
atau seharusnya malah bersyukur?
sekedar berfikir padahal.
cuma lintasan pikiran yang tanpa sengaja terfikir saat menulis sesuatu..
"semoga 'dia' baca"
hanya kalimat yang gga terkatakan secara langsung...
Tapi, Allah emang sangat baik sama aku.
aku tahu, gga cuma sekali.
semua tulisan yang aku harap seseorang baca, aku tahu pasti orang itu akan baca.
siapa saja. ga cuma satu orang. ga cuma satu kali.
di satu sisi aku seneng, Allah sayang sama aku.
aku yang gga bisa gampang ngomong secara langsung, Dia bantu dengan mengarahkan orang yang dimaksud baca catatan aku.
cuma sekedar perasaan sekilas...
yang sebenernya akku juga takut kalo dia baca...
tapi Allah jadiin dia baca...
aku seneng..
tapi aku malu,.
dan selalu,
akhirnya air mata ini ga kebendung...
T.T
Langganan:
Postingan (Atom)

