Halaman

Tampilkan postingan dengan label bait kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bait kata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Titik Temu

mulai merajut senja dengan cahaya
perlahan lagu-lagu riang mulai menyanyikan hal yang berbeda
yang tak kau pahami,
tak kau mengerti

aku masih mencari sebuah titik temu
antara kau, aku, dan mereka

ada gelap, ada sunyi, ada cahaya

ingar bingar, yang tak lagi terasa menemani

kau pikir siapa kita?

tak bisa semudah itu menarikan hati

perjuangan,
perlahan, aku melihat kita telah beda cara makna

ini bukan hanya tentang kini
tak hanya tentang kita saja
kalau hanya itu, aku tak akan berfikir lama

ada sederet waktu setelah ini,.
lamanya?
setara dengan angka delapan yang tergelincir.
= tak terhingga.

masih ada selaksa massa menunggu kita
egoisme, tak kan bisa diterima

maka, pabila titik temu tak kunjung ada
bila mashlahat akan lebih banyak dari mudharat
ikhlaskan saja...

sebab rasa adalah dibangun,
bukan jatuh..

itu yang kupahami..

Minggu, 27 Maret 2011

Kelam

Sebuah nyanyian senja,
apa yang kau tahu tentang sunyi yang perlahan meraja?
apa yang kau rasa?

riangkah?
tenangkah?

perlahan cahaya mulai beringsut
memberi ruang gelap untuk merajut
apa kau tahu bagaimana sebuah dosa dirunut?

ada cerita tentang raja kelam,
bertabir benderang..

ada cerita tentang ratu cahaya,
yang hilang dalam tiada..

entah yang mana yang sesungguhnya,
seringkali mata tak mampu mencerna..

tanyakan tentang sunyinya malam...
keheningan?
atau rasa mencekam?

ini tentang bagaimana kau mau merasa..
maka tersenyumlah,
biar malam bisa jadi tempatmu rebah...

Ini Caraku Menyampaikan Rasa yang Tulus


kadang aku ingin melukis senyummu lewat langit yg perlahan menjadi jingga... aku merasa kau memang bukan siapa-siapa. sekedar mereka yg lewat. lalu pergi lagi... tapi, ada masa ketika aku termenung... diam.. dan tiba-tiba melihatmu tersenyum.. ada yg tertinggal setelah itu... aku ingin kau di sana, lebih dekat lagi... lalu kita berbincang bersama.. tentang "keegoisanku", tentang mentari mengapa ia bersinar, dan memancar lewat senyummu. tentang hal-hal yg berputar di kepala, dan tak ada yg bisa kutanyai selain kamu.. aku ingin kita sedikit berdiskusi tentang waktu yg terasa merambat atau berlari... sebuah rasa yg tak dapat kudefinisikan tepat sempurna... tapi, aku hanya diam.. membiar sunyi memecah keheningan... sebab aku mendengar simphoni-mu dalam diam.. kau tak kan mengerti.. seperti yg banyak org tak mengerti... terkadang aku begitu ingin kamu tahu. tapi, sudah sampai situ... ini caraku menyimpan rasa yg tulus... hingga saatnya tiba... :D

Kamis, 24 Maret 2011

Lelaki Senja


lelaki senja
yang menantang mentari
menggenggam cahay, merengkuh samudera

lelaki senja
dalam balutan sinar senja
menatap khatulistiwa

lelaki senja
terdiam menatap jauh
mengejar dengan tarian elang
mimpi terasa di genggamnya

lelaki senja
harapan dan usaha yang selaras

lelaki senja
menjaga tanpa menyentuh
terjaga tanpa menghindari

lelaki senja
menghangatkan hanya dengan tatapan
terasa dekat tanpa merapat

lelaki senja
biar aku merindukannya

Jumat, 18 Februari 2011

Hanya Tak Bisa


bayangmu...
pelangi yang tak berwarna...

dirimu...
melodi yang tak dapat didengar telinga...

rupamu...
gambaran yang tak dapat dibayang imaji...

semua tentangmu...
adalah apa yang disebut cita...

biar lepas,
mewarnai dengan tinta tak kasat mata.
mendendang dengan irama tanpa suara.

merubah, tanpa memaksa...

Senin, 14 Februari 2011

Singkat Saja


mungkin tak secemerlang gemintang.

awan-awan kecil itu menari. ktanya untukmu.

aku diam.

menyaksikan bagaimana semesta menarikan hatimu.

aku duduk.

mengamati.

mataku tak lepas dari perayaan kecil itu.

sebab,aku selalu ingin tahu.

bagaimana mencuri senyum, dari bibirmu yang kian kaku.

*dalam detik menjelang fajar, seperti bayangmu*

Minggu, 13 Februari 2011

Seruni (1)


menyanyikan seruni..
masih sama, dendang sayup-sayup yang hilang di penghujung malam..

seruni menari..
menarikan asa biar masih bercahaya..

lalu terdiam,
sejenak...
sejenak saja biar tak lama dalam penantian..

Tapak-Tapak


hanya tapak-tapak mentari yang perlahan memudar..
hanya tapak-tapak senja yang perlahan menghilang..
berganti malam..

Seperti Langit Jakarta


apa iia...
sebuah rasa, sebuah cerita...

sejujurnya aku hampa..
namun, di sisi lain aku juga ingin merasa,.
agar bait-bait kataku terasa sedikit lebih bermakna,.

aku tak merindukannya,
bukan karena takut akan sakit sebab rindu itu,.
bukan itu.

aku tak merindukannya,
dan menjaga agar tetap tak merindukannya..
sebab aku masih menyayanginya,
dan berusaha untuk mencintai angin malam yang menjelma menjadi pagi,
suatu hari nanti..

mungkin malam ini langit kelam..
sebab biru gelap sekalipun tetap tak mewakili.
merah malah..
ini jakarta boy, kota yang tercemar polusi.
katanya.
aku belum memeriksa..

tapi biarlah,
di manapun itu,
langit pagi tetap selalu cantik, awan tetap putih,
asal tak mendung..

seperti ia yang entah kapan tiba..
aku hanya tak ingin memberinya rasa yang ter-polusi..
seperti langit jakarta...

#girlside

--runn4sungkar--