
mungkin tak secemerlang gemintang.
awan-awan kecil itu menari. ktanya untukmu.
aku diam.
menyaksikan bagaimana semesta menarikan hatimu.
aku duduk.
mengamati.
mataku tak lepas dari perayaan kecil itu.
sebab,aku selalu ingin tahu.
bagaimana mencuri senyum, dari bibirmu yang kian kaku.
*dalam detik menjelang fajar, seperti bayangmu*
0 penjejak:
Posting Komentar
Hey Kamu!
ya, kamu yang baru saja membaca posting ini. Gimana?
Isi komentar di bawah ya..
^^//