Halaman

Kamis, 25 Agustus 2011

Padahal tadi udah nulis panjang tentang Ibaa ama Bdur. Dua orang yg blognya sering gw satronin. Tp lg asikasik nulis ttg mereka, tombol 'reject'nya kepencet...
T.T
yodahlaa yang panjangnya kapankapan aja, yang pasti gw cuma mau bilang :
"GW KANGEN POSTING BARU DI BLOG IBAA AMA BDUR"
yg menginspirasi, menghibur, dan menyemangati saya waktu lg down..
*ngarepMEREKAnulisLAGI*
Ah, tibatiba teringat lagi orang itu.
Harusnya saya tak menyebut namanya sama sekali. Harusnya saya tak membicarakan apapun tentang dia kepada siapapun. Akhirnya, yah beginilah..
Mungkin dia tak salah (ini semata krn saya tlh lelah berprasangka ttg dia) mungkin mmg dia yg saat ini sangat berbeda. Tak sehangat dan seterbuka waktu itu. Tdk kpada yg lainnya, apalagi kpd saya. Harusnya saya tau itu.
Harusnya saya BENARBENAR menutup mata dr kehidupan dia. Tak peduli dg cara apa. Dg begitu saya tak perlu merasa bahwa saya satusatunya org yg sdh terhapus dr memori masa kmrn miliknya.
Harusnya saya samasekali tak menyebut namanya lagi. Jadi saya ga ngerasa mundur lagi. Bangunan hati yg sudah saya pupuk hampir setahun ini nyaris ambruk. Saya ga mau ngalamin sakit dua kali. Tanpa alasan jelas pula.
Jadi, sementara ini sepertinya saya perlu menutup mata dan mulut saya dg apapun yg terkait dg dia...