Halaman

Minggu, 12 Juni 2011

pas hari miladnya si Capung (tapi bukan tentang Capung) ^^

hari ini aku melihat binar pada matanya. manis. sungguh sangat manis dan tampak begitu berseri. tapi bukan karena aku. iri? ya, memang. sedikit rasa itu menelusup dalam hati. aku memperhatikanmu, jauh sebelum kau tertawa begitu lepas di tempat ini. jauh sebelum orang yang saat ini kau nanti, hadir di retinamu.

aku, kadang berharap kita terlibat merangkai kata dalam waktu yang lama. tapi kita beda segalanya. melihatmu dari sini, kukira akan cukup saja. tapi, melihat binar di matamu karena dia, buatku iri juga. aku ingin melukiskan binar itu di mata seseorang pula.

kita berdiri di tempat yang berbeda, semakin aku menyadarinya, semakin rikuh sesuatu di dalam hati. Kau tahu, aku coba padamkan sesuatu yang terus menggeliat itu. lalu aku mulai bertanya, "bias pelangi, atau cahaya mentari yang sesungguhnya kucari itu?" aku terpejam, tapi bias pelangi malah berbayang cahaya mentari. aku takut, mungkin memang tak seharusnya hal ini kurasa. Hanya ingin adil pada semua yang punya rasa.


mungkin memang tak akan ada yang pernah mengerti mengapa bumi begitu penting bagiku. kau bisa mendengar semilir angin, atau indahnya rupa surya. kau bisa menikmati hijaunya padang rumput, atau bahkan hamparan daun gugur yang telah menguning. itu pilihanmu. tapi, seindah apapun alam yang kau beritakan, bumi tetap utama dalam penilaianku. tanah mana yang kupijak. jalan mana yang akan kutapaki. bagiku, bagaimana bumi adalah yang utama. tak perduli seberapa lembut angin bernyanyi saat ini. tak perduli seberapa cantik hijaunya alam menemani saat ini. bagiku, yang terpenting, selalu bumi.

0 penjejak:

Posting Komentar

Hey Kamu!
ya, kamu yang baru saja membaca posting ini. Gimana?
Isi komentar di bawah ya..
^^//