hampir muak dengan semua usaha-usaha dengan alasan biar jadi cantik. dengan cara yang seolah-olah untuk itulah seorang perempuan semestinya.dengan kata yang seolah tujuannya adalah agar "mereka" menoleh.
oh. plis. tolong!
bukan itu yang utama. hampir mau dibanting itu semua perawatan bla.bla.bla. siang. malem. cuci muka. bukannya malas ngurus. seneng banget masalah make up and bla.bla.bla itu.
tapi tolong, jangan kaitkan dengan siapapun dari spesies "mereka" itu.
biar ini berjalan apa adanya.
kita memang tak sama. dan tak kan pernah menjadi sama. jangan bandingkan saya dengan anda. sungguh, saya cukup tahu diri bahwa anda jauh di atas saya dalam segi apapun tentang bab ini.
jangan memaksa, jangan menuntut. jangan mencecar. saya sungguh tengah mencoba sabar dalam penantian.
kita berbeda. anda tak pernah sendiri, dan tak pernah dibiar sendiri. maka jangan buat saya rapuh dengan terus mencecar saya dengan hal yang sedang saya tahan semampu saya.
kita mencipta bahagia, seperti mentari yang memantulkan cahaya agar malam tak jadi gulita.
kita punya standar berbeda tentang suka, maka biarlah saya dengan apa yang tengah saya ciptakan.
sendiri, tak berarti nestapa.
justru saya melihat anda yang semakin rapuh karena kehadiran orang itu di sisi anda.
anda terlalu bergantung.
terlalu menuntut orang itu selalu ada untuk anda.
saya juga begitu saat dia ada. memang.
justru karena itulah saya tak lagi ingin menjalin apapun, saya ingin menjadi kuat. ini telah lewat satu tahun. dan saya merasa semakin kuat setiap harinya. tak lagi bergantung dengan dia yang mesti selalu ada.
saya juga rapuh. memang.
tapi saat ini saya tengah ingin menjadi kuat sendiri.
saya belum bisa sepenuhnya melupakan dia. memang.
tapi saya juga tak pernah ingin ia kembali.
saya ingin seseorang menoleh. memang.
tapi hanya seseorang.
menjadi cantik? memang. siapa lah yang tak ingin.
tapi yang terpenting adalah proses.
saya ingin menikmati prosesnya, menikmati waktu yang saya habiskan di depan kaca. dengan peralatan sederhana. saya suka. dan saya menikmatinya.
untuk saya saja. setidaknya saat ini.
menikmati berbagai krim itu di wajah saya, saya suka.
tapi perlahan saja.
jangan memaksa.
nanti saya hilang rasa.
ini tentang saya.
bukan tentang anda.
maaf, bila egois ini makin meninggi.
saya ingin anda diam, sementara saya menurunkan ego ini perlahan.
sudah itu? silahkan anda jabarkan lagi apa yang mesti saya benahi.
jangan memerintah.
anda sendiri tahu kalau gengsi saya begitu tinggi.
^^
0 penjejak:
Posting Komentar
Hey Kamu!
ya, kamu yang baru saja membaca posting ini. Gimana?
Isi komentar di bawah ya..
^^//