Saya mau jadi akhwat. Insya Allah.. saya mau jadi akhwat. tapi bukan akhwat yang biasa saja. saya mau jadi akhwat yang bebas. yang pikirannya menjelajah jauh lebih luas dari apa yang dapat dijumpai oleh fisiknya.
saya mau jadi akhwat. Insya Allah.
tapi bukan yang biasa. saya mau jadi akhwat. jadi perempuan. yang anggun, meskipun ga feminin. saya mau tetap jadi saya apa adanya. kaya sekarang ini. cuma lebih baik aja. pengen jadi akhwat yang tangguh, meskipun ga bisa dibilang tomboy juga. "slenge'an" mungkin, tapi rapi. itu bisa dilatih.
![]() |
| gambar dari sini |
saya suka kebebasan. hidup tanpa diatur-atur dengan setumpuk CoC yang ribet itu. saya punya CoC sendiri, mungkin ga bertentangan juga dengan CoC mereka. tapi saya ga mau dianggap ngebangkang, apalagi sesat. saya normal. cuma sedikit berbeda. hanya sedikit.
orang kaya saya ga sedikit. banyak juga yang kaya saya. pemikirannya mungkin. dan saya belum ada apa-apanya dibanding mereka. sangat jauh malah.makanya saya mesti bisa lebih lagi membuka wawasan.
Jadi akhwat itu ga mesti diam. duduk di bangku dengan manis, di belakang pula. katanya ikhwan yang harus di depan. jadi akhwat itu ga juga kaku. jilbab panjang, jalan harus nunduk, ngomong agak ketus, kalo di seminar nanya lewat surat, kalo banyak ikhwan, jalan jadi segan. ga gitu juga.
banyak juga kok akhwat yang tampil. berdiri di mimbar sambil pegang mic. tatapan lurus, mata elang, jalan dengan tegap, meskipun di kanan-kiri banyak ikhwan. ngomong ga ketus, tegas, berwibawa, enak didenger, tapi ga mendayu-dayu. gimana bisa? olah hati mungkin?
jadi akhwat itu ga juga diukur dari panjang jilbab, makin besar dan panjang jilbabnya, makin dalem ilmu agamanya. Aduh, sempit banget donk pandangannya. Akhwat yang jilbabnya "ngepas" juga ga salah, selama ga ketat, nutup dada, ga transparan, dan selama dia punya dasar. mungkin memang itu cara dakwahnya. Setiap tempat harus punya kadernya masing-masing donk? jadi akhwat ga berarti jadi anak sekolah yang bajunya mesti seragam khan....
aku mau jadi akhwat. insya Allah.
yang ga akan mau disebut "akhwat". berat boy. panggilan itu nanti saja, kalau fikiran saya sudah semakin luas. kalau buku-buku fiqh sunnah, fiqh dakwah, dan fiqh-fiqh yang lain sudah khatam saya baca. ga sekarang. saya belum punya apa-apa buat berdebat. jadi jangan sebut saya akhwat sampai ilmu agama saya banyak. sampai saya khatam 30 juz, ditambah hadits, paham tafsir, dan utamanya bisa mengaitkannya ke disiplin ilmu saya : SCIENCE, lalu mengaplikasikannya dalam hidup.
jangan sebut saya akhwat untuk saat ini, kasihan mereka yang hatinya lemah lembut, yang sopan santunnya tinggi, yang wajahnya teduh, tutur katanya indah, prasangkanya baik, ibadahnya kontinu, dan lakunya terjaga.
Ah... saya malu. kasihan mereka kalau disamakan dengan saya.
tapi saat ini saya sedang belajar menjadi mereka. tidak-tidak. insya Allah melebihi mereka. Insya Allah. Amin ya Allah...

0 penjejak:
Posting Komentar
Hey Kamu!
ya, kamu yang baru saja membaca posting ini. Gimana?
Isi komentar di bawah ya..
^^//