aku ingin kita berjalan. bersama lagi meski tujuan kita berbeda. aku ingin kita kembali baik, meski mungkin sangat sulit. aku bukan berharap kau mengulurkan tangan lagi seperti waktu itu. Tapi kau yang terasa dengan sengaja membuat keadaan yang seperti ini itu menyebalkan. kita hanya dibatasi satu dinding kaca. aku di sebelah sini dan kau di sebelah satunya. mendapati bahwa bayangmu tanpa sengaja masuk ke retinaku meski aku tak lagi ingin. mendapati bahwa suaramu bercakap memasuki indera pendengaranku meski aku sudah berusaha tuli. aku tak mengerti dengan apa yang berlangsung sejauh ini. kau masih menjalin hubungan baik dengan semua yang ada di sekitarku. tapi tidak denganku.
entahlah, mungkin ada sesuatu yang begitu melesak, kalau tak bisa kusebut dengan kesal, apalah lagi benci. mendengar namamu semakin lama aku semakin buta. buta dengan kebaikanmu yang mungkin dulu pernah kuakui. buta dengan semua kebaikanmu yang beberapa mungkin memang tulus. seiring hari yang berganti, dan sikapmu yang seolah memang dengan sengaja membuat perbedaan, antara sikapmu padaku, dan sikapmu pada semua orang di sekitarku. kau seakan dengan sengaja memilih diam, membatu, jika tak ada orang yang dapat menjadi perantara komunikasi kita, meski aku --dengan segala kesal yang coba kutahan-- mencoba mencairkan kekakuan ini.
Aku mungkin sudah buta. buta dengan kebaikanmu. semua yang hadir saat kudengar namamu kini tak ada lagi yang terdengar baik. sesak, dan harap ingin benar-benar menghapusmu. aku mulai subjektif disini. untuk pertama dan terakhir kalinya aku seperti ini -semoga-.
Ini masih belum puncak. masih hampir. aku masih dapat menahan segala kesal ini.
Allahumma kuatkan, jangan sampai aku jatuh, apalagi membenci.
Keep spirit mbak :)
BalasHapusSemoga baik lagi.
btw kemarin2 kotak komentnya ini ketutup sama widget yang jatuh2 itu. entah apa namanya.
jadi susah buat ngoment.
Amiin, makasii mas..
Hapus:)
iya, saya juga baru sadar kemarin kalo widget yang itu mengganggu, makanya dipindah..
^^"a